"JANGAN LUPA DUKUNG ONE PIECE DENGAN MEMBELI KOMIK ASLINYA!"
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-format="fluid" data-ad-layout="in-article" data-ad-client="ca-pub-4847385056236779" data-ad-slot="3567738131"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Sanji Bukanlah Produk Gagal


Terlepas dari fisiknya yang hanya manusia biasa, saya ingin berpendapat lain tentang Sanji. Satu hal yang pasti ibu sanji yang telah lama mati kemungkinan besar adalah orang yang sangat baik hati. Buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya, begitu pula Sanji dan ibunya. 


Sanji yang hanya manusia biasa ini, tau apa itu rasa sakit. Ia mengerti hatinya bukanlah terbuat dari baja. Sebenci apapun ia pada seseorang, hatinya selalu memiliki perasaan yang lain. Mungkin perasaannya pun sama untuk keluarganya, sebesar apapun rasa benci Sanji terhadap ketiga saudaranya Ichiji, Niji dan Yonji. Saya rasa Sanji tetap mencintainya. Saya yakin begitu pula terhadap ayahnya. Chapter ini menunjukan meskipun Sanji orang biasa, tetapi ia selalu menunjukan yang terbaik untuk ayahnya.

Sejatinya Sanji bukanlah suatu kegagalan. Ia adalah manusia yang dipilih untuk menyelematkan para saudaranya. Germa ini adalah oraganisasi yang memilih jalan yang salah. Saya melihat konflik yang sangat besar dalam diri Sanji. Mungkin mudah bagi saudaranya menghabisi Sanji habis-habisan, fisiknya yang kuat membuat hatinya keras. Perasaannya para saudaranya mungkin sudah mati. Kecuali Reiji, apa mungkin  karena ia seorang wanita ia lebih bisa berbelas kasih kepada Sanji. Tapi saya yakin, itu adalah salah satu sifat yang diturunkan dari ibunya.

Saya tidak tau harus memulainya dari mana. Saya hanya tidak terima orang-orang menganggapnya lemah. Ia sudah berlatih bertahun-tahun untuk menjadi kuat, mulai dari seorang anak yang menjadi koki di Baratie hingga kini yang menjadi koki di kapal calon raja bajak laut. Apalagi kita tau ia telah mendapatkan suatu resep dari kerajaan Kamabaka.

Kembali pada rasa cinta kepada keluarga, itulah yang menahan Sanji untuk berkelahi dengan serius. Masih ingatkah kalian saat Sanji memberikan makanannya pada Gin? Sanji mungkin menganggap Gin adalah musuhnya karena ia telah ikut mengacau di Baratie. Tapi bagaimana Sanji bisa memberikan belas kasih saat musuhnya sudah tidak berdaya.

Satu hal yang kita ketahui lagi, ia adalah orang yang sangat cerdik. Sanji punya berbagai rencana hingga akhirnya Chrocodile di Arabasta kewalahan. Kecerdikan Sanji di Arc Enies Lobby juga telah menyelamatkan SHP sejak di Arc Water Seven.


Jadi sudah tahukan Anda mengenai apa yang sedang direncanakan Sanji di Arc ini? Sanji mungkin masih dibawah level Law yang mengalahkan Vergo. Tapi bukankah sudah cukup hebat untuknya menahan orang sekuat Doflaminggo. Melawan armada Yonkou, Big Mom pun ia mampu menahan dan melakukan serangan balik hingga berhasil kabur ke Zou dengan kekuatan yang seadanya.

Inilah Sanji apa adanya, begitu bijaksana dengan kekuatan yang dimilikinya. Ia begitu peduli dengan teman-temannya, gurunya bahkan musuhnya sekalipun. 

Sekali lagi ini hanya teori, jika sanji harus mati di Arc ini itu adalah kehendak pembuat manganya. Saya hanya berteori mengenai Sanji. Maaf apabila apa yang ditulis disini masih jauh dari harapan pembaca. Selamat malam.

Salam Oplovers!

Jangan lupa untuk berkomentar. :)

#Reiju

Oldest