"JANGAN LUPA DUKUNG ONE PIECE DENGAN MEMBELI KOMIK ASLINYA!"
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-format="fluid" data-ad-layout="in-article" data-ad-client="ca-pub-4847385056236779" data-ad-slot="3567738131"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

TEORI THE FLYING DUTCHMAN ARC ONE PIECE

Teori "Flying Dutchman Arc" Vol. 62 Chapter 606 dan Episode 525, Kapal Flying Dutchman diperkenalkan di ONE PIECE.

-

Ketika Bajak Laut Topi Jerami memasuki Laut Dalam dengan Coating kapal mereka, Thousand Sunny, mereka akhirnya bertemu dengan "Flying Dutchman" di kedalaman 7000 meter di bawah permukaan laut. Kapal berhantu dengan awaknya menyerang Sunny dalam upaya untuk mencuri harta karun di kapal, tetapi terhambat oleh aktivitas gunung berapi bawah laut. Ankoro dan Wadatsumi, melayani sebagai "navigasi laut canggih", mereka menyeret kapal agar menjauhi gunung berapi dengan cepat. Kapal inipun akhirnya terselamatkan, kemudian memasuki Distrik Manusia Ikan dari Pulau Gyojin, di mana Wadatsumi dapat beristirahat, sementara kru lainnya pergi untuk memenemui Bajak Laut Shin Gyojin. dan Nico Robin membuat Sketsa Gambar Penampakan Kapal Hantu tersebut, usai melihatnya.

-

Sejarah:
Siapa yang tidak kenal dengan nama kapal hantu ini? tentu saja semua nakama tau ^_^
cerita ini bermula dari pelaut belanda bernama "Vander Decken", bermula pada tahun 1641 saat sebuah kapal Belanda melakukan perjalanan ke Indonesia dengan kecepatan sangat luar biasa. Cerita lain mengatakan bahwa kapal saat itu berasal dari Indonesia menuju ke Belanda. Saat mendekati Tanjung Harapan di bagian Selatan benua Afrika, cuaca tiba-tiba memburuk dan gelombang lautan sangat tinggi hingga melampaui dek kapal. Awak kapal yang biasanya berani menghadapi lautan mulai berlutut dan berdoa. Mereka meminta sang kapten, Hendrick van der Decken untuk memutar balik kapal dan menuju daratan terdekat. Kapten Hendrick menolak dan meminta mereka untuk terus menerjang badai. Bahkan saat petir menyambar tiang kapal mereka, sang kapten tetap teguh pada pendiriannya.
Kapten Hendrick van der Decken memang sudah cukup berpengalaman. Tapi apalah dia jika dibandingkan dengan terjangan gelombang lautan. Saat ia berteriak, “Kita akan terus berlayar hingga hari akhir!” gelombang menelan kapal tersebut. Mungkin karena perkataannya itulah, kapal yang ia tunggangi menjadi terkutuk. The Flying Dutchman terus berlayar dan tidak pernah berlabuh hingga hari akhir. Rupanya kapal itu tidak mau berlayar dengan tenang. Ia selalu muncul menghantui kapal lain yang mengarungi lautan di sekitar Tanjung Harapan.
Catatan pertama tentang kapal hantu ini ditulis pada tahun 1790 oleh John Macdonald. Sejak itu, banyak bermunculan cerita-cerita mengenai The Flying Dutchman dalam catatan-catatan para pelaut. Beberapa mengatakan kapal tersebut bercahaya, ada pula yang mengatakan kapal tersebut gelap dan terlihat menyedihkan.
Dua ratus tahun setelah tenggelamnya kapal Belanda itu, sebuah kapal Inggris melewati Tanjung Harapan. Seorang awak kapal melihat The Flying Dutchman berlayar ke arah yang berlawanan dengan mereka. Sesaat terlihat kapal tersebut akan bertabrakan. Awak kapal berusaha mengubah haluan supaya tidak terjadi kecelakaan. Namun saat mereka sudah begitu dekat, kapal hantu itu menghilang. Di akhir abad ke-19, puluhan pelancong yang sedang bersantai di salah satu pantai di Tanjung Harapan mengaku melihat kapal tersebut. Pada saat itu mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lihat adalah kapal hantu. Mereka terkesima karena kapal yang muncul tiba-tiba tersebut memiliki desain yang sangat jadul. Kapal tersebut menghilang dengan cepat, secepat saat ia muncul. Deskripsi kapal yang mereka ungkapkan persis sama dengan The Flying Dutchman.

Beberapa Laporan Penampakan The Flying Dutchman yang sempat didokumentasikan :

1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.

1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.

1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.

1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.

1939 : Kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang

1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.

1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.

1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942

1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.

#Miminkopi

Previous
Next Post »