"JANGAN LUPA DUKUNG ONE PIECE DENGAN MEMBELI KOMIK ASLINYA!"
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-format="fluid" data-ad-layout="in-article" data-ad-client="ca-pub-4847385056236779" data-ad-slot="3567738131"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

PEMBAHASAN ONE PIECE 885: LARI DARI KATAKURI

Senyum Luffy Untuk Brulle

Pembahasan, Review dan Opini untuk One Piece 885

Partarungan Luffy VS Katakuri Babak Akhir Tertunda

Sebelum membahas chapter kemarin, saya sebenarnya sudah menduga bahwa waktu Gear 4 akan habis.

Saya rasa kalian semua pun tahu akan hal ini. Apalagi dengan spoiler yang bertebaran dimana-mana. 

Hehe.

Tapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana Luffy setelah Gear 4. Ternyata kali ini tidak seperti saat pertama kali ia menggunakan Gear 4. 

Lemes.

Pada saat berhadapan Katakuri, Luffy lebih siap. 

Dan disana ada scene yang tidak bisa di duga-duga.

Ya. Konyol. 

Entah mengapa Katakuri memberi tahu bahwa kondisi musuh yang dilawannya melemah. Lalu dengan nada polosnya Luffy menjawab,

"Ah, benar juga. Terimakasih telah memberitahuku." Katanya.

Kemudian Luffy kabur dan secara mengejutkan bertemu dengan Brulle. Hahahahhaa.

Pertemuannya dengan Brulle, membuat Luffy bisa keluar dari dunia cermin dengan mudah. Kali ini, Luffy tinggal mencoba bertahan 10 menit di dunia nyata sebelum menghadapi Katakuri kembali.

Tapi bukan One Piece namanya kalau tidak menegangkan. Jadi inget peribahasa legend zaman sekolah dasar dulu.

Lepas Dari Mulut Harimau, Masuk Kedalam Mulut Buaya

Ya. Luffy kira dengan keluar dari Dunia Cermin ia bisa istirahat dengan tenang. Nyatanya ia malah harus menghadapi Big Mom yang lagi setres. Ditambah Perospero dan Amande yang mendampinginya.

Akhirnya ia harus berlari lagi. Kasihan Luffy.

Tapi kali ini Luffy lebih tangguh. Setelah Gear 4 ia masih bisa menggunakan Gear 3 tanpa haki. Ternyata lemah sekali.

Gear 3 tidak mampu menghancurkan tembok yang dibuat Perospero.

Sebenarnya yang membuat saya bingung adalah kenapa ada Brulle disana. Duduk diam dan melamun di tembok Dunia Cermin.

Apakah ia sedang galau?

Atau bisa jadi karena ia sebelumnya melihat sepintas kakaknya, Katakuri ternyata tidak sesuai dugaannya.

Jadi ia melamun.

Seharusnya ia berada diluar Dunia Cermin, sehingga Luffy terjebak disana. Mau menang atau kalah Luffy tetap tidak bisa keluar selamanya disana. Apalagi ia mampu mengendalikan cermin, seharusnya ia cukup melihat dari dunia nyata melalui cermin kecil saja untuk melihat pertarungan tersebut.

Tapi entah kenapa ia malah duduk termenung disana.

Hmm..

Mikiri opo toh dek?

Oiya. 
Bertemu Big Mom

Cara Mengalahkan Katakuri

Baik. Sebenarnya dengan keluar bersama Brulle, Luffy harusnya tahu bagaimana cara termudah untuk mengalahkan Katakuri.

Ya. Dengan cara membunuh Brulle.

Dengan membunuh Brulle, maka akses untuk masuk ke dunia cermin akan sulit. Mengingat sampai chapter ini, hanya Brulle yang bisa keluar masuk Dunia Cermin seenak jidat.

Ini adalah opsi pertama. 

Namun apabila Luffy membunuh Brulle, ia akan kehilangan akses untuk kabur dari Big Mom, Perospero dan Amande.

Tanpa Haki saya rasa mustahil mengalahkan amukan Big Mom.

Jadi opsi kedua adalah bertahan di 10 menit pertama, lalu kembali ke dunia cermin dan mengamuk lagi. 

Kali ini Luffy harus menemukan kelemahan Katakuri yang lain.

Saya sempat memprediksi bahwa Luffy akan mulai mengejek. Tapi kenyataanya ternyata tidak seperti itu. Mungkin ia akan mengecek pada chapter selanjutnya.

Saat ini hal yang paling logis bagi Luffy untuk bisa mengalahkan Katakuri adalah kembali ke Dunia Cermin.

Tentu dengan membopong gadis pujaan, Charlotte Brulle.

Wkwk.

Ya. Itu saja.


Seluruh Anggota Bajak Laut Big Mom Bergerak

Ya. Akhirnya hal yang sangat saya inginkan terjadi.

Anda bisa baca pada pembahasan sebelumnya di Pembahasan One Piece 884. Dimana saya sangat berharap seluruh armada Big Mom bergerak.

Sebelumnya saya hanya melihat Oven saja yang bergerak. Dan hal ini tentu sangat naif.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh Bajak Laut Big Mom sangat besar, bahkan bisa dibilang fatal.

Ia telah kehilangan salah satu komandan manis, kastil kerajaan yang hancur lebur dan teknologi milik keluarga Vinsmoke.

Dan kerusakan-kerusakan yang lain.

Sampai saat ini, dipihak protagonis baru kehilangan Pedro. Dan ini sudah prestasi yang luar biasa.

Karena itu, sudah saatnya Anggota keluarga yang lain bergerak. Seluruh kapal pun terlihat sudah siap untuk berperang. Hal ini menandakan bahwa Bajak Laut Big Mom telah panik.

Saya rasa Big Mom adalah Yonkou yang telah mengalami kerugian yang sangat besar. Bayangkan disaat genting seperti ini datang angkatan laut dengan level Admiral. 

Dan lebih parah lagi apabila di Whole Cake Island muncuk Bajak Laut lain dengan level Yonkou. Mungkin Kurohige. Tentu sepak terjang Big Mom di dunia baru akan berakhir.

Whole Cake Island Kacau Balau

Big Mom mengalami blunder dalam permainan Bajak Lautnya. Tanpa disangka ia telah kehilangan benteng, ksatria dan juga harga diri keluarganya.

Ya. Tentunya kabar ini akan cepat meluas dan dimanfaatkan oleh Bajak Laut lain. Mereka tahu Big Mom memiliki salah satu pintu menuju Pulau Raftel. Dan ambisi besar ini juga dimiliki Kurohige.

Jika Kurohige muncul, ini akan jadi kejutan di akhir chapter. 

Tapi Kurohige mungkin sedang krisis, karena sebelumnya telah mencoba menghajar kekuatan Pasukan Revolusi.

Bagaimana jika yang muncul Shanks? Kaido? atau bahkan eks kru dan aliansi Shirohige?

Hmm...

Ya. Intinya Bajak Laut Big Mom kali ini harus berhati-hati.

Karena itu, kita melihat salah satu komandan manis, Charlotte Smoothie disana. Bersama anak-anak Big Mom yang lainnya. Menggunakan armada penuh untuk menenggelamkan musuh.
(Baca: Ketika Bajak Laut Topi Jerami Menjadi Yonkou)

Kue Spesial Untuk Big Mom

Jujur. Sebenarnya sudah lama saya kecewa dengan Sanji.

Maaf.

Mungkin saya hanya kesal, karena sebelumnya ia telah menghajar habis-habisan kaptenku. Beberapa kali saya melihat karirnya di dunia baru terpuruk.

Ia bahkan tidak mampu menghadapi Vergo. Kemudian ia tidak berkutik melawan Dofflamingo. Kemudian terkahir ia dibuat babak belur oleh saudara-saudaranya yang saya rasa masih bisa Sanji hadapi.

Lebih menjengkelkan lagi ketika sebelumnya ia memohonkan amunan untuk Luffy dan Nami.

Hmmm..

Sanji telah kehilangan harga dirinya.

Jika aku adalah Zoro, saat itu juga mungkin saya akan membunuh Sanji.

Tapi untungnya aku bukan Zoro. Jadi aku memaafkan Sanji. Saya rasa kru yang lain juga bisa memaafkan Sanji.

Pertarungan Sanji sampai saat ini masih sangat singkat. Ia belum pernah menghadapi musuh-musuh hebat. Karena ia koki, maka pertarungan yang tepat adalah melawan Big Mom dengan masakan yang lezat.

Tapi lagi-lagi saya tambah kesal.

Masakannya belum beres, tapi dia sudah menunjukan wajah sombong itu lagi.

Sialan!

Tapi tentunya saya berharap Sanji akan menghadapi Smoothie. Jika tidak sekarang, mungkin pada pertemuan berikutnya. Tentu jika Bajak Laut Big Mom masih ada.

Karena saya rasa setelah Big Mom memakan kue tersebut akan tewas karena kenikmatannya.

Selamat tinggal Bajak Laut Big Mom!

Eh.

Hahahahaa.

Tentu kalian akan kecewa jika Big Mom kalah semudah itu.

Karena itu saya rasa butuh beberapa chapter lagi untuk keluar dari Whole Cake Island.

Menyebalkan bukan?

Ya. Mari menanti.

Semoga bertemu kembali pada chapter yang lain.

Terimakasih.



Salam,

Reiju Vinsmoke


Image:


Previous
Next Post »